Sesampainya di rumah, Do-san lansgung membuka tas nya untuk menunjukkan beberapa oleh-oleh yg dia bawa, salah satunya adalah buku yg sampulnya terbuat dari kotoran gajah..
“Agar kamu bisa menulis jurnal. Dahulu kamu punya jurnal dan menulis, ‘Do Bin memukulku. Do San tidak menghentikannya’, Aku ingat membaca buku harianmu, jadi, aku menghabiskan banyak uang di pasar malam...” jelas Doo-san dihadapan Mi-ka
Lantas dengan kikuknya, Do-ha berujar: “Kapan aku menulis itu? Aku tidak mencatat hal itu saat kecil. Aku anak yang cermat!!”
Mi-ka pamit pulang, tapi Do-san melarangnya dan mengajaknya untuk sekedar mengobrol dambil menikmati cemilan yg dibawanya..
Mereka duduk dan tertawa, mendengar cerita Do-san tentang kisah Do-ha semasa kecil yg tingkahnya sangat menggemaskan. Do-ha terus mengelak dan tak mau mengakui kisah itu, (mungkin) karena dia gengsi.. di depannya ada Mi-ka..
Read more »










0 comments